Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya
Selama Sembilan bulan seolah-olah Sembilan tahun
Dia bersusah payah ketika melahirkanmu
Yang hampir saja menghilangkan nyawanya
Dia telah menyusui dari susunya
Dia hilangkan rasa kantuknya dengan menjagamu
Dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya
Dia utamakan dirimu atas bdirinya serta atas makanannya
Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu
Dia memberikanmu semua kebaikan
Apabila kamu sakit atau mengeluh
Nampak darinya kesusahan yang luar biasa
Dan panjang sekali kesedihannya
Dia keluarkan wang untuk membayar doktor yang mengubatimu
Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya
Maka dia kan meminta supaya kamu hidup.
Betapa banyak kebaikan ibu,
Sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik
Dia selalu mendoakanmu dengan taufiq,
Baik secara sembunyi mahupun terang-terangan
Tatkala ibumu memerlukanmu pada saat dia sudah tuan
Engkau jadikan dia barang yang tidak berharga di sisimu,
Engkau kenyanyg dalam keadaan dia lapar
Engkau puas dalam keadaan dia haus
Dan engkau mendahulukan berbuat baik
Kepada isteri dan anakmu daripada ibumu
Dan engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia buat
Dan rasanya berat atasmu memeliharanya
Padahal adalah urusan yang mudah
Dan engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang
Padahal umurnya pendek.
Engkau tinggalkan sedangkan dia tidak punya penolong selainmu.
(Imam az-Zahabi dalam al Kabair)~ petikan dari buku “ Sejuta cinta untuk ibunda.
………………………………………Tanyalah ibu, Ibu, adakah ibu meredhai saya?..................................
Aku tidak lebih cepat dari dia shalat tahajud...
Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
“Rabb kita -Tabaraka wa Ta’ala- turun setiap malam ke langit dunia
ketika sudah tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman,
“Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkannya, siapa yang
meminta kepada-Ku maka Aku akan memberinya, dan siapa yang meminta
ampun kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya.” (HR. Al-Bukhari dan
Muslim)
Dari sejak dini hari aku sudah kalah olehnya...
Saat fajar menampakkan keindahannya...
Aku tidak lebih cepat dari dia Shalat subuh berjamaah..
Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah
shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui
keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan
merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga
shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu
aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum
yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”
(HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)
Ya Rabb jangan Engkau golongkan kami kedalam orang-orang munafik...
Ketika udara pagi yang cerah mengiringil kesibukan..
Aku tidak lebih cepat dari dia shalat dhuha...
Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
“Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian
untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap
bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan
setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf
(memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari
kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan
melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim)
Terdiam sejenak aku sudah mengulangi kealpaanku...
Saat hingar bingar kecerian jam istirahat kerja
Aku tidak lebih cepat dari dia shalat dzuhur berjamaah..
Mendengar Adzan dan Iqomah..
Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
“Doa di antara azan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR. At-Tirmizi
dan Abu Daud)
betapa aku sudah melewatkan kesempatan emas ini...
Lelah menjelang pulang kerja di petang hari...
Melihat wajah-wajah musam penuh kepenatan...
Tapi Aku tidak lebih cepat dari dia membasuh keletihan dengan air
wudhu untuk shalat Ashar...
Padahal Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat pada dua waktu dingin (subuh dan
ashar), maka dia akan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Nikmat mana lagi yang engkau dustakan???...
Ketika matahari mulai tenggelam dan keletihan mulai mendera...
Aku tidak lebih cepat dari dia shalat Magrib berjamaah...
Hati ini beralasan untuk beristirahat dari kepenatan....
Dan terkadang mengakhirkannya ketika matahari tenggelam di ufuk
Ya Allah beginikah sikap hambamu ini yang "katanya" ingin menegakkan islam...
Shalat isya sungguh berat kaki ini melangkah mengambil wudhu..
Sekali lagi Aku tidak lebih cepat dari dia shalat Isya berjamaah...
Sibuk bersenda gurau dengan kawan atau keluarga...
Terkadang berdalih ingin mengakhirkan shalat isya karena itu lebih utama...
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
Suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersibukkan dari
mengerjakan shalat isya di awal waktu, maka beliau mengakhirkannya
hingga kami tertidur di masjid kemudian kami terbangun, lalu kami
tidur lagi kemudian terbangun. Lalu keluarlah Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam menemui kami, kemudian beliau bersabda: “Tidak ada seorang
pun dari penduduk bumi yang menanti shalat ini selain kalian.” Adalah
Ibnu Umar tidak memedulikan apakah ia mendahulukan atau
mengakhirkannya, apabila ia tidak khawatir tertidur pulas/nyenyak dari
mengerjakannya pada waktunya. Adalah Ibnu Umar tidur sebelum shalat
isya.” (HR. Al-Bukhari)
Namun bukannya mengakhirkan malah meninggalkan shalat isya na'udzubillah....
Rizki seperti apakah yang kita harapkan jika keseharian ini ???
Aku Tidak Lebih Cepat Dari Dia dalam Shalat
Aku Tidak Lebih Cepat Dari Dia dalam Doa
Dan kemenangan bagaimanakah, yang kita harapkan akan terwujud bagi
umat yang bila shalat subuh tiba, larut dalam tidur nyenyak, bila
shalat ashar tiba, sedang hanyut dalam permainan, dan bila shalat
‘Isya’ tiba, asyik menonton sinetron.”
Semoga ramadhan menjadikan kita lebih berdisiplin dan tidak
mensia-siakan kesempatan dan peluang keemasan terutamanya dalam
mencari dan menemui lailatul qadar dengan keadaan bersedia dan diberi
keampunan olehNYA.....
kemaafan dipohon.....:::::::::::semoga terus istiqamah:::::::.................

Segala puji hanya bagi Allah, yang memiliki alam dan seluruhnya. Selawat dan salam pada junjungan Nabi Muhammad, pesuruh serta rasul yang membawa risalah hingga ke akhir zaman. Dalam menjalani hidup ini kita tidak dapat lari daripada menjalani semua perasaan, samada suka dan duka, saat sedih dan juga cemas. Begitulah ritmanya kehidupan, ibarat melodi yang menghasilkan alunan yang indah. Namun, tidak semua akan menghadapinya dengan penuh ikhlas. Cuba kita lihat ombak dan pantai, biarpun ombak tak pernah berhenti menghempas pantai, tetap saja desir itu yang menenangkan. Hidup ini juga ibarat ombak, adakala tenang dan menghiburkan, tidak kurang pula yang menghempas ganas dan membinasakan.
Hari-hari yang dilalui penuh dengan cerita yang tersendiri. Kita menemukan ramai orang. Setiap orang tentu saja memberi makna yang berbeza dalam hidup kita. Adakalanya kita meminta dipertemukan dengan orang yang membahagiakan kita, tidak kurang pula minta dijauhkan dengan orang yang menyakiti hati kita. Begitulah apa yang kita mahukan. Tetapi tahukan kita, terkadang yang menyakiti kita itulah yang memberi makna dalam kehidupan kita. Mereka mengajarkan kita erti perasaan. Iya, masakan kita akan pandai marah andai tidak pernah ada yang membuat kita marah. Begitu pula dengan erti senyum dan tawa. Tentu ada saja yang membuatkan kita ketawa bahagia.
:::::::Be positive always::::::::
Hamdan wa syukran lillah….. dihadiahi pelbagai nikmat yang tidak terhitung. Usia semakin merangkak pergi…Terasa telah lama menghirup udara di muka bumi ini. Sedangkan belum cukup amalan dan bekal untuk di bawa ke sana. Mari….kita sama-sama merenung bait-bait kata ini buat pedoman di hari depan.
“Berhati-hatilah terhadap cinta. Durinya adalah nafsu dan mawarnya adalah kesucian. Berapa banyak manusia yang telah mencium harumnya mawar, padahal mereka tidak menyedari diri mereka sebenarnya telah tertusuk duri cinta. Cinta sejati adalah cinta yang bisa menghulurkan tangan untuk memtik mawar tanpa tertusuk duri-durinya”
“Ketika diri merindui,aku selalu teringatkan Tuhan. Aku selalu bermohon padaNYA agar DIA menguatkan jiwaku, memberikan pertolongan padaku dan menunjukkanku jalan yang terang. Aku pasrah dan redha, ku serahkan jiwaku hanya kepadaNYA. Aku yakin terhadap takdir dan ketentuanNYA.”
“Marilah kita serahkan kepada takdir. Setiap pertemuan dan perpisahan sudah adat dalam kehidupan. Kita harus menerima takdir tersebut dengan perasaan redha dan ikhlas.”
“Apabila perasaan cinta mula bertunas, seharusnya saat itu juga dipagari dengan makrifatullah, dipancang dengan quwatusillahibillah, agar tunas itu mekar, tumbuh, kuat dan berakar nanti saja, pada waktu yang tepat dan padaorang yang tepat.”
“Ya ALLAH….dengarlah rintihan hati ini,
Tatkala kurasa diri disisihkan,
Engkau sentiasa ada untuk mendengarkanku,
Ya ALLAH, saat hati ini melemah,
Engkau kuatkan dengan tarbiyyahMU,
Apabila diri diejek dan dihina,
Hiburan sentiasa mendatang melalui kalamMU,
Begitu dapat meredakan perasaanku.
“Ya ALLAH, apabila hati riang menyanyi,
Sering kealpaan menerpa di atmaku,
Tatkala diuji,
Seing keluhan yang menyapa, terasa sempit di dada,
Terasa mahu melimpah air di mata,
Ya ALLAH, daku tahu,
Aku bukanlah pencinta yang setia,
Sering dihantui kesalahan,
Namun, aku adalah pengintai harapan,
Dari semua sisi untuk sampai kepadaMU,
Ya ALLAH,
Engkau jadikan daku kuat,
Setelah menempuh beban yang berat,
Engkau jadikan daku pandai,
Setelah diajari dalam waktu yang panjang,
Ya ALLAH,
Jadikanlah pengharapan dan pengabdianku,
Sebagai tanda pengabdianku padaMU.”=Nukilan Bintulyamin.
Melihat kepada setiap butir kata di atas…diri mencerna sendiri…..biarlah apa sahaja yang berlaku selepas ini….adalah BAIK dan SESUAI untukku dalam pengetahuanMU, ya ALLAH. Kita terkadang merasakan apa yang kita lakukan, kita inginkan dan kita mahukan adalah baik dan sesuai pada diri kita tapi di sebalik pengetahuan kita ada rahsia yang lebih agung yang hanya akan terzahir apabila dizinkan olehNYA.
Setiap aspek, tidak kiralah untuk diri, keluarga, agama, negara, bangsa dan seluruhnya memang menjadi rahsia ILAHI. Untuk itu….teguhlah menerima setiap ujian mendatang, biarpun pahit, biarpun perit namun telanlah. Kerana tanpa kita mahu terima, ia tetap juga menimpa kita, jadi alangkah lebih baik kita menerimanya dengan baik, dengan hati yang lebih tenang dan dengan memikirkan bahawa segala yang berlaku itu pasti ada hikmah yang tersembunyi.
“Duhai diri…….jangan sesekali dunia ini melalaikanmu. Tiada apa yang perlu disedihkan dan dirisaukan berbanding nasib di negeri abadi”
~~~~~~~Daku bermohon semoga yang baik dan sesuai itu selalu ku dapati~~~~~~
Waktu kosong adalah pencuri yang jahat. Oleh itu, bangkitlah sekarang. Kerjakan sembahyang, bacabuku, bertasbih, mengkaji, menulis, mengemaskan meja kerja, bilik tidur atau berbuatlah sesuatu yang mendatangkan manfaat kepada orang lain atau menghalau kekosongan. Bunuhlah setiap kekosongan itu dengan kesibukan.Bimbinglah diri dengan wahyu Allah. Orang cerdik akan mengubah kerugian menjadi keuntungan. Apabila ditimpa musibah, lihatlah dari aspek positif dan sudut paling terangnya. Mengadulah, merataplah, berdoa dan memohon kepadaNYA. Berzikirlah kepada Allah, sebutlah namaNYA, memohon bantuan-NYA, dan minta jalan keluar daripadaNYA. Jagalah dirimu agar waktu dan usia anda selamat darikesia-siaan, lidah terhindardari mengumpat, hati bersih dari kerisauan, telinga jauh dari ucapan kotor dan jiwa bebas dari buruk sangka.
Kelembutan tutur kata, senyuman ikhlas di bibir dan sapaan-sapaan hangat terpuji ketika bersuamerupakan hiasan yang selalu dikenakan oleh orang-orang mulia. Orang yang selalu mengingati Allah sentiasa bahagia dan tenteram hidupnya. Padamkanlah panasnya keburukan pada setiap hal dengan sejuknya kebaikan yang ada padanya. Sembahnyang mampu meniupkan keikhlasan dan kejernihan iman dalam relung hati sehingga hati selalu redha dengan apa sahaja yang sudah ditentukan oleh ALLAH”Hasbunallah wani’mal wakil”.
~petikan Jangan Bersedih, Don’t be sad~
::::Biarkan segalanya menjadi kenangan dan tersimpan kemas dalam peti besi ingatan........terus bersemangat.......terima kasih ibu dan keluargaku, kalian adalah belahan jiwaku::::::
Pertamanya…..dan selamanya kesyukuran dipanjatkan kepada Allah Tuhan semesta alam. Yang telah menyusun segala-galanya dengan teratur dan penuh dengan kesempurnaan tetapi tangan-tangan manusialah yang menghancurkannya dan juga sering mengambil jalan bermusuh-musuhan di atas muka bumi ini. Ya ALLAH, ya Rahman Tuhan yang Maha Pemurah, Engkau mengetahui apa yang tersingkap dan apa yang tersirat. Engkau lebih mengetahui apa yang tersembunyi di setiap sudut dan sanubari hamba-hambaMU. Wahai Tuhan yang memberikan daya dan kuasa kepada hamba-hamba yang lemah sehingga hamba-hambaMU terkadang begitu angkuh dengan daya yang ada pada mereka hingga terlupa akan kekuasaan yang lebih agung. Ya Rahim, Tuhan yang memberikan rezeki yang melimpah-limpah sehingga ada hamba-hambaMU yang tidak pandai bersyukur bahkan tidak pernah puas dengan apa yang telah dimiliki sedangkan tiada suatupun milik mereka. Semuanya adalah milikMU semuanya. Ya Tuhan, yang memperjalankan aturan seluruh cakerawala dengan penuh kebijaksanaan dan di situlah akan ditemui kehebatan dan keagunganMU pada setiap penciptaan yang ada.
Hamba merintih ya ALLAH, pada setiap kekurangan hamba. Pada setiap kekhilafan yang telah hamba lakukan dalam sedar mahupun tidak. Hamba sentiasa ingin kembali padaMU ya ALLAH. Setelah hamba renungkan betapa jauhnya hamba ini……dekatkan hamba padaMU, pada jalanMU, pada mereka-mereka yang mencintaiMU. Jauhkan hamba daripada mereka-mereka yang jauh denganMU, yang sentiasa mencuba untuk menyesatkan hamba-hambaMU. Ya Karim, Tuhan yang Maha Agung, dengarkanlah rintihan hamba ini. Biar sekuat manapun cubaan yang Engkau berikan kentalkan jiwa hamba, kembalikan hamba dalam redhaMU.
Dan hamba pohon ya ALLAH lapangkan hati hamba dalam menghadapi segala cubaan di dunia ini. Kuatkan kaki hamba dalam melangkah. Jauhkan hati hamba daripada sikap berkeluh kesah. Hamba pohon agar tidak dibiarkan sesaat dalam hamba menentukan jalan hidup ini…….
~Catatan seorang hamba di perjalanan hidupnya~
Sedikit renungan buat tatapan relung hati yang sentiasa mencari hakikat dan makrifat;
Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukuplah cintai ia dalam diam, kerana diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya. Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya.
Kerana diammu memuliakan kesucian diri ...dan hatimu, menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merosak izzah dan iffahmu.
Kerana diammu bukti kesetiaanmu padanya, kerana mungkin saja orang yang kamu cintai adalah juga orang yang telah ALLAH SWT pilihkan untukmu.
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali? Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan, tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah.
Kerana dalam diammu tersimpan kekuatan – kekuatan harapan – hingga mungkin saja ALLAH SWT akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata. Bukankah ALLAH SWT tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya?
Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam.
Jika dia memang bukan milikmu, moga ALLAH SWT, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat.
Biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kamu dengan Sang Pemilik Hatimu.
:::Cinta tak perlu punyai sebab, tetapi sebab cintalah cinta itu hadir::::
Pasrahkan hati sedalam kalbu dalam setiap sujudmu.......jika memang ini suratannya.
Top of Form
- Bottom of Form
I am looking for a teacher
(Marilyn Pattison)
I am looking for a teacher
Who is beautiful inside
Honest with their student
Giving them a sense of pride
I am looking for a teacher
With a healthy self esteem
Who clearly, states the rules
And doesn’t have to scream
I am looking for a teacher
Who creatively prepares
But whose first priority
Is to convey that she cares
I am looking for a teacher
Who is interested, not aloof
Who treats her student with respect
Even when they goof
I am looking for a teacher
Who knows how to laugh and smile
Who enjoys what she’s doing
And goes the extra mile
I am looking for a teacher
Who believes all students can learn
Who praises their efforts and talents
They give teir best return
I am looking for a teacher
Who will fill a child with desire
To love to learn more everyday
With curiosity that wont tire
I am looking for a teacher
Who encourages children to have a dream
To work at solving problems
Building their self esteem
There are some teachers out there
The kind I’m looking for
For their students future success
They have opened up the door.
~Amanah menjadi pendidik terlalu besar dan berat, bahkan inilah yang dinamakan arkitek bangsa. Ibu bapa merupakan pendidik yang tidak boleh dipandang enteng kerana didikan dari rumahlah yang akan membawa ke tempat lain. Ucapan penghargaan pada semua yang bergelar ibu bapa, didiklah amanahmu sebaiknya. Begitu juga pada yang bergelar guru-guru, lihatlah mata-mata yang bening di hadapanmu, sinar cahaya terpancar dari raut wajah mereka. Senakal manapun mereka, se"tidak pandai" manapun mereka tetap jua punya harga dan nilai tersendiri. Jangan pernah mencemuh mereka kerana perkara itu hanya membuatkan dendam mereka pada yang bernama guru merebak, lantas menyebabkan semua yang bergelar guru menjadi tidak enak pada pandangan mereka. Terima kasih guru-guruku, jasa dan pengorbananmu tidak dapat dibayar untuk selamanya. Di kaulah insan-insan yang membuka pintu buat kejayaanku hari ini.~